<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>R A U S Y A N F I K R</title>
	<atom:link href="http://reza85ageung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://reza85ageung.wordpress.com</link>
	<description>fa aqim wajhaka liddini haniifaa...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2009 13:41:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='reza85ageung.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9e6399dfa4b4d29b43705edc6f71682f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>R A U S Y A N F I K R</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kembali ke Masa Depan (Menyelami Pemikiran Ziauddin Sardar tentang Syariat)</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/21/kembali-ke-masa-depan-menyelami-pemikiran-ziauddin-sardar-tentang-syariat/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/21/kembali-ke-masa-depan-menyelami-pemikiran-ziauddin-sardar-tentang-syariat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 13:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah-tengah polemik tentang penegakkan syariat, istilah syariat itu sendiri tentunya harus direkonstruksi. Ketika citra syariat lebih didominasi dengan kekerasan, intoleransi, dan ketertinggalan zaman, kehadiran kaum intelektual yang mampu mendobrak keterkungkungan pola pikir yang salah dari para ulama tradisional maupun modern mutlak diperlukan.
Dalam buku ini, Ziauddin Sardar, seorang cendekiawan pioner dalam studi-studi futuristik, mencoba menawarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=265&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-264" title="kembali ke masa depan" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/kembali-ke-masa-depan.jpg?w=185&#038;h=300" alt="kembali ke masa depan" width="185" height="300" />Di tengah-tengah polemik tentang penegakkan syariat, istilah syariat itu sendiri tentunya harus direkonstruksi. Ketika citra syariat lebih didominasi dengan kekerasan, intoleransi, dan ketertinggalan zaman, kehadiran kaum intelektual yang mampu mendobrak keterkungkungan pola pikir yang salah dari para ulama tradisional maupun modern mutlak diperlukan.</p>
<p>Dalam buku ini, Ziauddin Sardar, seorang cendekiawan pioner dalam studi-studi futuristik, mencoba menawarkan pola pikir yang <em>‘out of box’</em>, yang diharapkan mampu menyegarkan pemikiran umat Islam terhadap dirinya, masa lalunya dan masa depannya, juga terhadap syariat, peradaban islam, dan posisinya terhadap peradaban lain.</p>
<p><span id="more-265"></span></p>
<p>Penulis menyayangkan pendefinisian syariat yang dipersempit hanya berkisar para wilayah hukum. Pembicaraan tentangnya hanya menggambarkan hukum potong tangan dan semcamnya. Aspek-aspek yang terkait dengan kejahatan dan hukuman serta perilaku sosial menjadi sangat menonjol dalam tulisan dan pemikiran para ulama tradisional dan modern.</p>
<p>Padahal, syariat juga merupakan sistem etika dan nilai; sebuah metodologi pragmatis yang dirancang untuk memecahkan berbagai persoalan masa kini dan masa depan (<em>halaman</em> <em>98</em>).</p>
<p>Oleh karenanya, sementara syariat harus diselamatkan dari beban kesarjanaan tradisional yang telah memfosil, ia juga harus dilindungi dari serangan apologi modern. Para sarjana ini telah memaksakan kerangka berpikir ‘Barat’ pada syariat, dan karenanya menurunkan integritasnya. Syariat, menurut Zardar, tidak perlu dimodernkan, tetapi harus dipahami berdasarkan terminologinya sendiri.</p>
<p>Jalan menuju syariat harus terlebih dahulu dipetakan. Sebagai upaya terobosan, tradisi ijtihad perlu untuk dihidupkan kembali.. Penggunaan ijtihad mengharuskan kita untuk mengarahkan aturan hukum dan etika Al-Qur’an, juga formulasi pragmatisnya yang tertuang dalam sunah, pada persoalan praktis dan etis sekarang ini.</p>
<p>Nampaknya Sardar sangat menekankan paradigma Islam sebagai pandangan-dunia (<em>world</em>-<em>view</em>), bukan sekedar ideologi. Juga, Islam harus dipandang sebagai sebuah peradaban. Syariat, dengan demikian, harus dipandang secara holistik; setiap bagiannya memiliki keterkaitan dengan bagian lainnya. Menegakkan syariat tanpa memperkenalkan reformasi sosial, ekonomi, dan pendidikan tidak ada artinya (<em>halaman</em> <em>179</em>).</p>
<p>Pada gilirannya, gagasan-gagasan reformis membutuhkan kelompok intelektual yang—mengutip Naquib Alatas—berfungsi sebagai kelompok yang mengedepankan persoalan, mendefiniskan persoalan, menganalisis persoalan, dan memecahkan persoalan. Inilah, menurut Sardar, tugas utama umat Islam saat ini. Dalam dunia yang dibentuk dan dikendalikan oleh peradaban lain, adanya kelompok intelektual tersebut penting guna “menciptakan sebuah ruang intelektual yang merupakan perwujudan asli pandangan-dunia dan budaya islam”.</p>
<p>Buku ini mencerahkan sekaligus mengusik. Seperti yang dikatakan Alvin Toffler—seorang futurolog—orang yang tidak sependapat dengannya pun akan menemukan hal baru.[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=265&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/21/kembali-ke-masa-depan-menyelami-pemikiran-ziauddin-sardar-tentang-syariat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/kembali-ke-masa-depan.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">kembali ke masa depan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harmonia Victoria</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/17/harmonia-victoria/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/17/harmonia-victoria/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 11:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Di bawah bulan, sesosok malaikat melesat tergesa ingin memberitahu seluruh jagad tentang berita gembira yang baru saja ia dengar. Secepat cahaya. Sang Bulan tak sempat bertanya, namun matahari sudah tersenyum lebih dulu, membuat arak-arakan awan dengan penuh pengabdian bersedia mecerai beraikan kawanannya agar sorot cinta Sang Mentari tidak terhalang sampai ke taman itu, menghangatkan bebungaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=260&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><img class="alignleft size-full wp-image-262" title="angel" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/angel1.jpg?w=183&#038;h=128" alt="angel" width="183" height="128" />Di bawah bulan, sesosok malaikat melesat tergesa ingin memberitahu seluruh jagad tentang berita gembira yang baru saja ia dengar. Secepat cahaya. Sang Bulan tak sempat bertanya, namun matahari sudah tersenyum lebih dulu, membuat arak-arakan awan dengan penuh pengabdian bersedia mecerai beraikan kawanannya agar sorot cinta Sang Mentari tidak terhalang sampai ke taman itu, menghangatkan bebungaan anggrek dan melati yang sedari malam bertasbih seraya menunduk penuh syukur atas tibanya satu masa yang lama dinantikan oleh seribu galaksi di tepi tembok langit.</p></blockquote>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_IC_tBgvqCCY/SSPI3uCIchI/AAAAAAAAAA8/B0b357VCmV8/s1600-h/angel.jpg"></a>Kumbang-kumbang baru saja mulai bangkit setelah suntuk semalam menangis haru. Sambil mengusap air mata mereka merangkak-rangkak mendaki-daki tangkai-tangkai meraih-raih kelopak-kelopak yang <em>subhanallah</em>, terlihat sangat jelita pagi ini seakan sedang dijadikan cermin oleh para bidadari surga yang hari ini bersolek lantaran bahagia tidak kepalang. Namun kupu-kupu yang sayapnya berwarna emas keburu hinggap di atas kelopak melati, berlutut penuh wibawa di depan warna putihnya, laksana seorang ksatria yang baru saja sampai di hadapan jendela sang putri yang baru bangun.</p>
<p><span id="more-260"></span></p>
<p>Sayapnya memantulkan cahaya yang membuat silau para kumbang, membikin iri lilin-lilin yang satu demi satu dimatikan apinya, sebagian karena angin. Sejuk, angin itu membawa aroma parfum yang biasa dilumurkan ke tubuh para bidadari surga, menggesek dedaunan dan <em>wush</em>&#8230;bunga-bunga menari dengan harmoni. Kupu-kupu beranjak, kumbang-kumbang ikut beterbangan berputar-putar, membuat ritmik ritual tarian yang unik, mengundang sepasukan capung bergabung ke pesta itu dan bergairah untuk merayakan hari ini.</p>
<p>Dan orkestra pun dimainkan, suara gesekan angin pada melati dan anggrek berpadu dengan dengungan sayap kumbang dan nyanyian capung-capung, harmoni alam yang indah, dan hey!&#8230;Dengar&#8230;suara anak-anak kecil riang berlari berputar-putar seakan mereka baru saja dilahirkan. Pakaian mereka putih suci, membentuk barisan naga yang dikepalai seorang bocah yang nyegir menampakkan barisan giginya. Ia menyelimuti dirinya dengan bendera hitam, bendera kemenangan, panji kaum pejuang yang ia ikat ke lehernya seperti Superman, berkibar karena ia lari melawan arah angin. Tertawa-tawa, kaki-kaki mereka telanjang memijak rerumputan yang baru saja tumbuh tadi subuh. Berlari-lari di antara rumah-rumah tembok berpintu kayu. Kucing-kucing terbangun dan segera beranjak dari depan pintu-pintu sesaat sebelum dibuka oleh para tuan rumah.</p>
<p>Orang-orang sekampung berhamburan ke tanah-tanah berumput, memakai pakaian terbaik mereka, indah, berwana-warni seperti kumpulan permen, menyanyi-nanyi dan meniup terompet, dan lagu itu dimainkanlah. Orang-orang tua menyisir kumis mereka, para ibu mengelilingi kuali sedang memasak  sajian paling istimewa. Kaum perawan keluar dari persembunyian usai menganyam kain-kain selendang, mereka ikut menari-nari dengan wajah halus berseri, cahaya bebintang telah pindah ke bola-bola mata mereka hingga jin-jin jatuh terpesona menyaksikan jari-jari lentik itu membuat iringan dengan lambaian kerudung putih melati.</p>
<p>Sungai kecil mengalirkan air terjernihnya membasuh dahaga panjang negeri yang kering terbakar kerinduan akan saat-saat di mana tinta hanya akan menuliskan sabda Langit dan mata pena setajam lidah para ulama. Ikan-ikan keperakan membelalakan mata bergembira telah tiba di sebuah negeri yang dipenuhi percikan susu dari sungai surga hingga batu-batu menyingkir agar tidak menghalangi mereka terbawa arus yang membasuh kaki-kaki mungil anak-anak suci yang mulai memukul-mukul permukaan air hingga percikan-percikan itu bersemburat ke sekeliling lalu ditembus oleh cahaya surya hingga terbentuklah warna-warna jingga, ungu, hijau, biru membuat pipi merah mereka terlihat lebih rona dan gigi-gigi mereka tidak terlihat ompongnya.</p>
<p>Lalu derap kuda-kuda pilihan, hitam, putih, coklat yang gagah bergema. Rambut mereka tersibak angin dan mereka memejam-mejamkan mata seolah menikmatinya seperti telah berabad berada di medan perang yang tak berangin lalu menyengir untuk menebarkan salam kemenangan pada seisi kampung. Di atas punggung mereka terduduk gagah pemuda-pemuda yang cengkeramannya tidak pernah melemah, menatap tajam ke depannya sembari berzikir tiada henti. Dahi mereka menghitam rahang mereka mengeras dihiasi baret-baret luka dan bonyok menemani kantung mata yang menyiratkan peluh lantaran jarang tidur dan menghabiskan malam-malamnya untuk menyerap Kekuatan Langit. Salah satu di antara mereka telah kehilangan salah satu mata, yang lainnya kehilangan sebelah tangan, ada juga yang kehilangan daun kuping, namun mulut mereka yang sedari tadi berzikir perlahan membuka menampakan gigi-gigi rontok tersenyum karena menemukan hijau rumput kemilau yang mereka impi-impikan gumam-gumamkan sepanjang perjalanan di atas pasir dan batu.</p>
<p>Sampai di sungai tapal-tapal kaki-kaki kuda-kuda itu membenam di air mengejutkan ikan-ikan karena tiba-tiba mencium bau-bau negeri-negeri bermusim-musim di seberang padang dan seberang laut. Seorang Ksatria turun dari kudanya lalu meletakan panji hitamnya di atas rumput dengan penuh khidmat dan kehormatan, kemudian perlahan mendekat ke sungai dan membasuh wajah melunturkan bercak-bercak darah yang membawa kabar kematian orang-orang pengkhianat yang tidak mau mengenal Tuhan mereka.</p>
<p>Dan lagu itu masih dimainkan menandakan orang-orang tadi : anak-anak tua-tua ibu-ibu gadis-gadis berbarengan mendekati para Ksatria sambil berseri-seri menampakan kehangatan dan persaudaraan sambil mengibarkan penuh riang panji-panji hitam dan putih menari-nari berputar-putar melompat-lompat mengibarkan jubah-jubah berwarna-warni, kerudung-kerudung putih, topi-topi jenaka hingga kawanan kumbang itu, capung dan kupu-kupu menghentikan tariannya dan sepakat untuk bergabung dengan para manusia lalu ikut menari-menari-nari dan berputar-putar.</p>
<p>Sebuah sambutan yang tak terduga dengan ekspresi kemenangan yang semarak, para Ksatria terharu lalu menangis dan berpelukan antara sesama mereka kemudian bersujud menempelkan dahi, hidung dan bibir mereka di atas rumput sambil melantunkan</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Alladziina aamanuu wa haajaruu wa jaahadu fii sabiliillaahi bi amwaalihim wa anfusihim a’dzamu darajatan indallaah wa ulaaika humulfaaizuun&#8230;</em></p>
<p>Dan malaikat tadi sudah selesai memanggil kawan-kawannya lalu beribu pasang sayap turun membumi dan seketika mendengar lantunan para Ksatria mereka bersujud hingga matahari menyangka bahwa sepotong taman surga telah terjatuh ke atas bumi. Terima kasih iman.<strong>[]</strong></p>
<p>Cimahi, 9 September 2007</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=260&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/17/harmonia-victoria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/angel1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">angel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aparat Dipenjara Paranoia</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/maksud-anda-pangeran-diponegoro-itu-teroris/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/maksud-anda-pangeran-diponegoro-itu-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Kamus Saku Oxford, Paranoia diartikan sebagai mental illnes in wich sb believes that other people want to harm him/her. Tanda-tandanya, kecurigaan berlebihan, dan cenderung memvonis orang bersalah sebelum dibuktikan kebersalahannya. Misalnya, aparat sekarang didesak untuk mengawasi setiap orang yang berjanggut bersorban, dan berjubah, kalau-kalau mereka teroris.
Jadi, keputus asaan untuk mendeteksi motif terorisme yang mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=252&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-253" title="sorban" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/sorban.jpg?w=138&#038;h=206" alt="sorban" width="138" height="206" />Dalam Kamus Saku Oxford, Paranoia diartikan sebagai mental illnes in wich sb believes that other people want to harm him/her. Tanda-tandanya, kecurigaan berlebihan, dan cenderung memvonis orang bersalah sebelum dibuktikan kebersalahannya. Misalnya, aparat sekarang didesak untuk mengawasi setiap orang yang berjanggut bersorban, dan berjubah, kalau-kalau mereka teroris.</p>
<p>Jadi, keputus asaan untuk mendeteksi motif terorisme yang mungkin ada pada orang-orang yang akan menjadi pelaku terorisme membuat deteksi dialihkan pada simbol dan atribut yang identik dengan pelaku terorisme. Padahal, kalau kita lihat foto-foto pelaku Bom Mariot 2 yang sering dipublish di teve, kebayakan dari mereka justru tidak berjanggut, dan kemungkinan tidak berjubah. Hanya Noordin M. Top yang berjanggut. Tapi ia tidak berjubah. Saifudin yang buron, berjubah (gamis), bersorban tapi tidak berjanggut.<br />
<span id="more-252"></span><br />
Oleh karenanya, antara pemberantasan teroris dengan penangkapan orang-orang berjanggut dan berjubah menjadi tidak nyambung. Penampilan Para aktivis Jamaah Tabligh yang ditangkap itu jelas tidak setipe dengan penampilan Ibrahim ataupun Dani, juga Noordin M Top.</p>
<p>Hati-hati pada kepolisian, yang mungkin perlahan-lahan meninggalkan substansi kejahatan menuju tampilan pelaku. Saya tidak pernah mendengar KPK menangkapi orang-orang berjas dan berdasi karena mereka mirip penampilannya dengan koruptor. Kalau itu terjadi, hehe&#8230;betapa seluruh dunia akan menertawai Indonesia!</p>
<p>Ini membuat kita berpikir bahwa ada lompatan isu : pembahasan terorisme yang awalnya membahas teroris beserta motif dan pola geraknya digeser ke upaya menggiring telunjuk publik ke orang-orang dan kelompok tertentu, tanpa dijelaskan keterkaitannya. Jelas, inilah rupanya maksud sebenarnya dari digulirannya isu terorisme, pengkaitan antara para aktivis Islam dengan kekerasan.</p>
<p>Harusnya aktor di balik terorisme inilah yang diusut, bukan malah mengalihkan perhatian ke masalah sorban, janggut dan jubah! Pengkaitan antara terorisme dengan sorban, janggut dan jubah adalah simplifikasi yang berbahaya. Tidak sadarkah merekah bahwa Pangeran Diponegoro, yang melawan penjajah sampai mati demi kemerdekaan negeri ini, juga besorban dan berjubah? [24 agustus 2009]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=252&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/maksud-anda-pangeran-diponegoro-itu-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/sorban.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sorban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andai Minke (masih) Hidup</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/andai-minke-masih-hidup/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/andai-minke-masih-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Didiklah rakyat dengan organisasi, dan didiklah penguasa dengan perlawanan!&#8221;
-cover belakang novel Jejak Langkah by Pram.
Harusnya memang program wajib belajar bukan hanya ditujukan pada rakyat, tapi juga pada penguasa. Terutama bukan karena buta huruf, tapi karena buta nurani. Kata Dr Ir Muslimin Naution, pasal 27 s.d. 34 UUD&#8217;45 menunjukkan bahwa secara konstitusional negara ini menganut ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=250&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>&#8220;Didiklah rakyat dengan organisasi, dan didiklah penguasa dengan perlawanan!&#8221;</p></blockquote>
<p>-cover belakang novel Jejak Langkah by Pram.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-249" title="minke" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/minke1.jpg?w=180&#038;h=259" alt="minke" width="180" height="259" />Harusnya memang program wajib belajar bukan hanya ditujukan pada rakyat, tapi juga pada penguasa. Terutama bukan karena buta huruf, tapi karena buta nurani. Kata Dr Ir Muslimin Naution, pasal 27 s.d. 34 UUD&#8217;45 menunjukkan bahwa secara konstitusional negara ini menganut ekonomi Syariah. Tapi, jauh panggang dari api. Kwik Kian Gee sampai menulis buku berjudul &#8220;Indonesia Menggugat Jilid II&#8221;, meyerupai judul pidato Bung Karno di hadapan hakim kolonial di Bandung pada tahun 1930 tentang gugatannya atas neoliberalimenya pemimpin negara ini.</p>
<p>Ya, menggugat, itu perlu. Kalau kebijakan liberal pemerintah ini&#8211;dan akan tetap liberal setidaknya sampai 5 tahun ke depan&#8211;terus memiskinkan rakyat ini, membiarkan asing sampai bisa menanamkan &gt;90% sahamnya di sini, sampai mereka bisa mengontrak lahan kita hingga 94 tahun lamanya&#8211;layaknya Hongkong yang dikontrak Inggris&#8211;bukankah ini menggerus nurani kita? Dan patut digugat? Dilawan?<br />
<span id="more-250"></span><br />
Lawan dengan apa? Minke menjawabnya dengan cerita hidupnya. Empat buku Tetralogi karya Pram itu membuat seakan Minke memang hidup berjalan-jalan di hadapan saya. Selepas DO dari Stovia, ia menjadi aktivis-jurnalis, pelopor pada jalannya. Lewat Medan Prijaji, ia sebarkan semangat dan gagasan nasionalisme Hindia-nya, atau &#8216;Indoensisch Nationalism&#8217;, kata M. Natsir. Dengan semangat yang sama, dibentuk pulalah Syarikat Dagang Islam, yang kemudian menjadi Syarikat Islam, orpol pertama yang berwawasan lintas bangsa, yakni Hindia. Islam melekat pada perintisan Indonesia Merdeka. Ruhnya menjadi pemersatu bangsa-bangsa di Hindia, mengikis fanatisme kebangsaan.</p>
<p>Cerita tentang Syarikat Islam adalah mukadimah dari semua kisah tentang perjuangan menuju kemerdekaan, tentang Soempah Pemoeda, tentang Soekarno, dan seterusnya hingga proklamasi. Syarikat Islam mengawali adanya gagasan tentang Indonesia.</p>
<p>Andai dia ada, dan masih hidup, dan andai ia memang sebetulnya adalah Tirto Adhi Suryo, pelopor pers nasional itu, maka apa yang ia katakan tentang negeri ini?</p>
<p>Mungkin&#8230;&#8221;bangsa yang tidak tahu berterima kasih. Bertahun-tahun kita berjuang dengan nama Islam, agar bangsa ini menjadi rumah yang nyaman, yang diatur dengan tangan sendiri. Bertahuh-tahun Mas Tjokro (HOS Tjokroaminoto) dan tokoh2 Islam lain mengawal kemerdekaan negeri ini agar kelak diterapkan aturan Allah agar negeri ini diberkahi. Tapi sekarang kalian membuat semuanya terbalik. Negeri ini kembali terjajah, dan aturan Allah kalian ganti dengan ideologi murahan. Apakah kalian hendak mengkhianati kami?!&#8221;</p>
<p>Mas Minke, Mas Tjokro, saya turut berduka cita&#8230;[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=250&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/andai-minke-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/minke1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">minke</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>There is No Al-Qaeda!</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/there-is-no-al-qaeda/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/there-is-no-al-qaeda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Dunia mengalami tranformasi dari tatanan yang merekayasa tingkah laku manusia lewat perangkat yang bernama aturan, ke tatanan yang merekayasa pemikiran manusia lewat perangkat yang bernama media massa, ke tatanan yang merekayasa syahwat manusia lewat alat yang bernama iklan, dan sekarang ke tatanan yang merekayasa rasa takut manusia lewat alat yang bernama istilah terorisme dan anti-teror.
Fearness [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=246&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-245" title="qaida" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/qaida.jpg?w=198&#038;h=130" alt="qaida" width="198" height="130" />Dunia mengalami tranformasi dari tatanan yang merekayasa tingkah laku manusia lewat perangkat yang bernama aturan, ke tatanan yang merekayasa pemikiran manusia lewat perangkat yang bernama media massa, ke tatanan yang merekayasa syahwat manusia lewat alat yang bernama iklan, dan sekarang ke tatanan yang merekayasa rasa takut manusia lewat alat yang bernama istilah terorisme dan anti-teror.</p>
<p>Fearness engeneering, rekayasa ketakutan, barangkali bukan frasa yang enak didengar. Tapi kurang lebih seperti itulah hari-hari belakangan ini. Anti-teror dibuat untuk menyerang teror yang sengaja dibuat! Seperti membuat laku lem tikus dengan jalan beternak tikus lalu menyebarkan tikus-tikus itu ke perkampungan!<br />
<span id="more-246"></span><br />
Seekstrem itukah? Entahlah. Tetapi saya masuk dalam golongan orang yang meragukan kebenaran cerita tentang 11 September 2001, 12 Oktober 2002, 5 Juli 2005, dan terakhir 12 Juli 2009. Bahwa ada kisah tentang orang-orang yang mengaku mujahid lalu melakukan aksi-aksi (yang dianggap martir) itu, saya cenderung menganggapnya omong kosong. Kelompok-kelompok yang disebut militan Islam jelas dibuat populer oleh media Barat, bukan oleh kontribusi mereka terhadap umat. Tokoh-tokoh (fiktif) seperti Al-Qaida, Osama bin Laden, Umar Faruq, DR Azhari, Jama’ah Islamiyah, Noordin M. Top, mereka muncul dalam satu alur cerita yang dimulai oleh Barat. Betul?</p>
<blockquote><p>Jadi kalau begitu, ada pemikiran tentang sesuatu yang belum pernah kita lihat, ada perasaan takut pada sesuatu yang belum pernah kita alami. Ini berarti kita hidup dalam ilusi! Teroris-teroris itu memang pernah mengebom gedung, hotel, tempat wisata. Tapi mayoritas dari kita belum pernah didatangi langsung oleh teroris, ‘kan? Jadi teroris itu menjadi nyata hanya karena kita mendengar beritanya di teve! Tapi akibatnya betulan nyata dalam keseharian : kita jadi takut pada janggut, sorban, nama-nama Arab, pengajian-pengajian, istilah-istilah Arab. Lihatlah! Istilah-istilah Agung seperti Jama’ah, Islamiyah, Umar, Usamah, yang semuanya sudah muncul dalam kesucian perkataan Nabi saw, shahabat, dan kitab-kitab sarat intelektual para ‘ulama, sekarang dibuat kotor oleh cerita terorisme ini dan oleh orang-orang bodoh yang mengaku mujahid dan membela Islam!!!</p></blockquote>
<p>Saatnya kita beralih ke kenyataan. Lihatlah akhir dari setiap cerita tentang terorisme : WTC 11 September 2001&#8211;&gt; invasi Afghanistan dan Irak, Bom Bali 12 Oktober 2002&#8211;&gt;penangkapan ulama. Semuanya adalah konspirasi, istilah jihad dieksploitasi untuk membenarkan kekerasan oleh sekelompok orang lalu Amerika datang menyalahkan agama pelakunya. Ke mana cerita ini bisa diduga : kita diajak untuk memusuhi agama kita sendiri!</p>
<p>So, there is no Al Qaida. It just another movie character made in Hollywood.[26 Juli 2009]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=246&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/there-is-no-al-qaeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/qaida.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qaida</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Sumpah Pemuda&#8221;-nya Khilafah</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/sumpah-pemuda-nya-khilafah/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/sumpah-pemuda-nya-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Saya senang menganalogikan proses tegaknya Khilafah seperti proses terbentuknya Negara Indonesia. Urutannya hampir sama, dari mulai gagasan, berlanjut ke pendidikan dan pembentukan kelompok elite yang mengusung gagasan. Selanjutnya dimulailah proses penyadaran dan kampanye dan seterusnya. Kurang lebih lekuk kerangka yang sama dengan kemerdekaan Indonesia bisa dijodohkan tepat dengan lekuk kerangka algoritma penegakkan khilafah.
Tapi mengapa Indonesia? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=242&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-243" title="MUN1" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/mun1.jpg?w=181&#038;h=135" alt="MUN1" width="181" height="135" />Saya senang menganalogikan proses tegaknya Khilafah seperti proses terbentuknya Negara Indonesia. Urutannya hampir sama, dari mulai gagasan, berlanjut ke pendidikan dan pembentukan kelompok elite yang mengusung gagasan. Selanjutnya dimulailah proses penyadaran dan kampanye dan seterusnya. Kurang lebih lekuk kerangka yang sama dengan kemerdekaan Indonesia bisa dijodohkan tepat dengan lekuk kerangka algoritma penegakkan khilafah.</p>
<p>Tapi mengapa Indonesia? Mengapa tidak Malaysia atau Mesir atau India atau negara-negara yang terbentuk pasca PD II lainnya? Karena terdapat perbedaan historis antara kemerdekaan negara2 Arab misalnya, yang kebanyakan hasil pemecahbelahan khilafah Utsmani oleh negara2 penjajah, dengan kemerdekaan Indoensia yang didahului proses integrasi bangsa-bangsa Nusantara menjadi satu bangsa. Ada proses pembentukan identitas bangsa Indonesia yang sebelumnya tidak ada (karena yang ada adalah bangsa Jawa, Borneo, dll.)<br />
<span id="more-242"></span><br />
Peleburan batas-batas bangsa dan pembentukan bangsa baru yang lebih besar ini dideklarasikan pada Sumpah Pemuda tahun 2008, di mana utusan dari seluruh bangsa-bangsa di Hindia datang berkumpul untuk menegaskan bahwa bangsa baru telah lahir. Dan bangsa baru ini menjadi alasan kenapa harus ada Negara yang bernama Indonesia. Jadi, Sumpah Pemuda adalah batu loncatan yang sangat penting dalam proses kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Posisi Muktamar Ulama Nasional pada selasa, 21 Juli 2009, kemarin terhadap penegakkan Khilafah menempati posisi yang kurang lebih sama pentingnya dengan Sumpah Pemuda terhadap kemerdekaan Indonesia. Saya sedang membicarakan hadirnya ulama-ulama penting, bukan hanya dari Indonesia, melainkan juga dari seluruh penjuru dunia Islam yang bahkan menjadi pembicara dari hampir keseluruhan acara (hingga lebih pantas acara ini berjudul Muktamar Ulama Internasional). Di samping itu, penggunaan bahasa Arab dalam mayoritas pembicaraan dalam konferensi itu menandai penegasan akan universalisme dan kelintasbangsaan perjuangan Khilafah, sesuai dengan karakter Islam itu sendiri.</p>
<p>Muktamar kemarin, dengan demikian, menegaskan kembali keberadaan umat Islam sebagai sebuah entitas yang melampaui bangsa, dan dengan demikian lebih kuat alasannya untuk membentuk negara yang berlandaskan Islam daripada negara bangsa. Itulah Khilafah, yang akan menjadi negara bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia, apapun bangsanya.</p>
<p>Semangat peleburan batas-batas bangsa tersebut terpancar dari perkataan seorang ulama dari Libanon saat membuka pidatonya di podium,<strong> “Ana min Lubnan. Ana lastu min daulatil Lubnan, ana wa kulli muslimin min daulatil Khilafah! (Saya berasal dari Lebanon. (Tetapi) saya bukan dari Negara Lebanon, saya dan semua kaum muslimin dari Negara Khilafah!)”,</strong>. Seolah, muktamar ini adalah “Sumpah Pemuda”nya perjuangan Khilafah. Jika boleh saya membayang adanya semacam “Sumpah Ulama” pada muktamar kemarin, maka kurang lebih akan seperti inilah isinya :</p>
<blockquote><p><big><br />
1.	Kami bersumpah bertanah air satu, tanah air Islam.<br />
2.	Kami bersumpah satu umat, umat Islam.<br />
3.	Kami bersumpah satu bahasa, bahasa Arab.<br />
</big></p></blockquote>
<p>Lantas, misterinya tinggallah pada angka-angka. Jika jarak waktu antara Sumpah Pemuda sampai terjadinya proklamasi Indonesia kurang lebih 17 tahun (1928-1945), maka berapakah jangka waktu dari “Sumpah Ulama” ini sampai tegaknya negara Khilafah? 2009 &#8211; ….</p>
<p>Bagian antum yang menjawab;)[23 Juli 2009]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=242&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/sumpah-pemuda-nya-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/mun1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MUN1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saatnya Para Ulama Turun Tangan!</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/saatnya-para-ulama-turun-tangan/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/saatnya-para-ulama-turun-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Semua masalah bisa diselesaikan, tapi tidak jika kita berada dalam kondisi nircahaya alias gelap, tak ada satu pun yang nampak. Bayangkan sebuah dunia yang saking lamanya berada dalam kegelapan hingga terbiasa melakukan segala sesuatu dalam kondisi itu, betatapun hal itu akan jelas terlihat salah andai saja di bawah sinar.
Di dalam gelap, dedaunan dikira uang, maksud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=238&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-237" title="ulama" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/ulama.jpg?w=124&#038;h=88" alt="ulama" width="124" height="88" />Semua masalah bisa diselesaikan, tapi tidak jika kita berada dalam kondisi nircahaya alias gelap, tak ada satu pun yang nampak. Bayangkan sebuah dunia yang saking lamanya berada dalam kegelapan hingga terbiasa melakukan segala sesuatu dalam kondisi itu, betatapun hal itu akan jelas terlihat salah andai saja di bawah sinar.</p>
<p>Di dalam gelap, dedaunan dikira uang, maksud hati menendang bola padahal kepala, minum jus jeruk padahal darah, makan dendeng padahal ular. Generasi yang tidak pernah menyaksikan proses padamnya cahaya akan menganggap dunia yang gelap ini sebagai dunia yang sebenarnya, dan semua kebejatan menjadi lazim.</p>
<p><span id="more-238"></span></p>
<p>Masyarakat hari ini adalah masyarakat yang bergerak dalam padam. Tak tahu apa yang benar. Agama tersimpan di kitab-kitab berdebu di rak-rak reyot dalam perpustakaan yang tenggelam di tengah gegap gempita pembangunan mall. Maka wajar jika hal yang dharuriyah dalam masyarakat Islam, yakni aqidah, bukan lagi menjadi perhatian, hingga frasa “masyarakat Islam” itu buyar karena antara masyarakat dan Islam terdapat jarak yang sangat jauh. Virus jahilyah modern pun menjangkit : aliran sesat, kerusakan akhlaq, riba, judi, zina, demokrasi..</p>
<p>Pemimpin harusnya punya misi utama menjaga aqidah umat. Tapi apa mau dikata, setiap pemimpin lahir dari kebutuhan rakyatnya. Rakyat fasik akan mengangkat pemimpin fasik, begitulah yang terjadi sekarang. Pesta demokrasi kemarin, bukan sekedar membeli kucing dalam karung, melainkan membeli ular berbisa dalam karung di saat gelap. Ya, kita telah menjadi buta, bukan karena tidak punya mata, tapi karena kegelapan ini.</p>
<p>Namun jangan khawatir, likulli daa’in dawaa’. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Gelap obatnya adalah cahaya, jahiliyah diobati oleh Islam. Warisan Islam dari Nabi saw tersimpan di tangan para ulama. Di sinilah masalah sebetulnya, dunia ini tidak menjadi gelap tanpa dibiarkan gelap dengan diamnya orang-orang yang membawa cahaya! Di mana para ulama ketika umat ini membutuhkan? Kalau para ulama saja sudah terakomodir dengan perpolitikan demokrasi yang penuh kemunafikan ini, maka ucapkan selamat datang kepada azab Allah swt!</p>
<p>Tapi waktu masih ada. Sebuah tuntutan paling penting di akhir zaman ini adalah mempertemukan para ulama. Lalu menegaskan komitmen untuk melakukan taghyir (perubahan), hidupkan lagi ideologi Islam, berlakukan lagi ijtihad, kembalikan lagi otoritas ulama! Lalu bawalah obor cahaya Islam ini ke seluruh penjuru negeri, agar kegelapan enyah.</p>
<p>Kepada para ulama, kami menumpukan harapan kami. Saatnya kalian turun tangan. Datanglah, berkumpullah, bersatulah. Mata kami sudah terjaga, telinga kami sudah siap mendengarkan, betis kami sudah siap memagari, badan kami sudah siap mengawal. Kami adalah panah-panah terhunus, yang siap dilepaskan dari busur&#8230;tuju sasaran&#8230;siapapun pemanahnya&#8230;.</p>
<p>Kami sadari jalan ini ‘kan penuh onak dan duri&#8230;.[16 Juli2009]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=238&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/saatnya-para-ulama-turun-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/ulama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ulama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pancasila, Negeri Hologram dan Istri Capres</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/pancasila-negeri-hologram-dan-istri-capres/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/pancasila-negeri-hologram-dan-istri-capres/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tidak boleh bawa-bawa isu agama dalam kehidupan bernegara, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah menghapus sila pertama Pancasila. Kedua, menghapus kalimat “Atas berkat Rahmat Allah” pada Preambule UUD 1945. Dan ketiga, menghapus pasal 29 UUD 1945.
Tapi justru Pancasila dan UUD 45 yang dijadikan dalih untuk menolak masuknya isu agama. Tentang naiknya pamor capres [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=234&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-235" title="garuda" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/garuda.jpg?w=116&#038;h=116" alt="garuda" width="116" height="116" />Kalau tidak boleh bawa-bawa isu agama dalam kehidupan bernegara, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah menghapus sila pertama Pancasila. Kedua, menghapus kalimat “Atas berkat Rahmat Allah” pada Preambule UUD 1945. Dan ketiga, menghapus pasal 29 UUD 1945.</p>
<p>Tapi justru Pancasila dan UUD 45 yang dijadikan dalih untuk menolak masuknya isu agama. Tentang naiknya pamor capres Jusuf Kalla karena istrinya berkerudung, misalnya, SBY menanggapi dengan pernyataan bahwa sebaiknya kita jangan membawa isu SARA karena kita negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Membawa agama ke dalam politik memang haram menurut sekulerisme, karenanya kita sering mendengar, “negara kita kan negara Pancasila, bukan negara Islam” ketika tuntutan penerapan Syariah naik ke permukaan.</p>
<p>Lalu seakan radikalisme Islam (sebutan yang dibuat karena “mereka” tidak berani menunjuk Islam secara langsung) diposisikan vis a vis dengan Pancasila. Misalnya, kejadian setahun lalu, tepatnya 1 Juni 2008 di Monas. Kaum liberal seakan menjadi heroik karena ‘membela Pancasila’ di hari ulang tahunnya dari ancaman ‘radikalisme Islam.’<br />
<span id="more-234"></span><br />
Nah, pernah tidak kita bertanya pada mereka : sila mana yang menunjukkan bahwa Pancasila berpihak pada sekulerisme dan pluralisme yang mereka bela itu? Dari sila pertama hingga ke sila ke lima, tidak ada satu pun yang menunjukkan bahwa sekulerisme dan pluralisme menjadi agama resmi negara. Yang ada, kata pertama dalam Pancasila adalah Ketuhanan. Bayangkan, kita bernegara dimulai dari kata Ketuhanan.</p>
<p>Memang bisa saja ini takwil dari kaum sekuler bahwa sila pertama berarti ‘semua Tuhan’ diakui hidup di Indonesia, dan inilah keimanan pluralisme (yang memiliki doktrin bahwa semua agama sama). Tapi kalau ketuhanan yang dimaksud adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, masih bisa menakwil? Tidakkah Maha Esa itu berarti monoteisme? Dan monoteisme dalam bahasa Arab adalah Tauhid. Dan bukankah Tauhid hanya ada dalam Islam?</p>
<p>Ahh&#8230;ini debat lama, tentang apakah negara ini negara agama atau negara sekuler. Sebagian dari dasar negara ini secara implisit meniscayakan agama sebagai dasar negara, seperti sila satu Pancasila. Namun, di sisi lain, justru dijadikannya Pancasila, dan bukan secara eksplisit ‘agama’ atau ‘Islam’ sebagai dasar negara membuat negara ini ‘tidak bulat negara Islam’. Itulah kenapa kaum sekuler dan mereka yang menolak Syariat lebih senang kalau menjadikan Pancasila sebagai ‘senjata’.</p>
<p>Hingga negeri ini jadinya seperti hologram, jika dipandang dari sudut yang berbeda, ia memperlihatkan warna yang berbeda. Dari sini sekuler, dari sana negara agama.</p>
<p>Oleh karena itu, tepat sekali pernyataan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di hadapan Profesor Loebby Lukman sebagai saksi atas dakwaan makar yang dilakukan beliau, “&#8230;ibadah yang tertinggi menurut Islam adalah menegakkan Syariat Allah di muka bumi. Dengan demikian, apakah yang saya lakukan selama ini,&#8211;mengupayakan tegaknya syari’at Islam di Indonesia—bertentangan dengan UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan penduduk untuk menjalankan ibadah?”</p>
<p>Sang Profesor menjawab, “Kalau begitu logikanya, tidak&#8230;”</p>
<p>Jadi barangkali kita harus bertanya pada Bapak-bapak Founding Fathers yang dulu menyusun Pancasila, apa sebenarnya maksud dari sila pertama itu. Kerja keras dari tokoh-tokoh Islam untuk menjadikan faktor Ketuhanan sebagai dasar negara—padahal di awalnya Soekarno hanya menyusun tiga sila yang tidak ada satu pun kata Ketuhanan—adalah bukti sejarah tentang upaya panjang mengembalikan negeri ini ke pangkuan Islam, setelah dijajah selama setengah milenium.</p>
<p>Hingga pada 1 Juni itu—tahun berapa entah saya lupa sejarahnya—lahirlah Pancasila yang sila pertamanya Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya. Lalu preambule UUD memuat kata “atas berkat Rahmat Allah&#8230;”. Dan nama lembaga-lembaga tinggi negara pun diambil dari kosakata Arab, pengaruh dari kultur Islam : majelis, musyawarah, ra’yat, perwakilan, mahkamah, dsb.</p>
<p>Hanya saja kitanya yang harus mengerti, para pendahulu kita itu meninggalkan teka-teki berisi pesan pada kita yang ditulis lewat kancah mereka di lembar sejarah : permintaan pada kita untuk menyempurnakan perjuangan itu. Jangan sampai, setelah lebih dari setengah abad merdeka, Islam kita masih juga sekedar di sila pertama, preambule UUD 45, dan pasal 29 UUD 45. Harusnya Islam sudah merambah ke hal-hal yang lebih aplikatif, ke undang-undang, sistem politik, ekonomi, hukum, dsb.</p>
<p>Sayangnya, faktanya tidak begitu. Dan akibatnya kita rasakan sekarang, Pancasila justru ditawan—dengan kata lain disalahgunakan—oleh kaum sekuler, yang sadar tidak sadar memainkan misi asing.<br />
Nah, kalau ada orang yang menyalahgunakan dasar negara, apakah ia bisa dihukum? Kalau ada capres yang bilang bahwa karena kita menganut Pancasila dan UUD 45 jadi istrinya tidak berjilbab jangan dipermasalahkan, apakah boleh kita gugat dia karena telah melanggar sila pertama Pancasila?—Ketuhanan, dan Tuhan menyuruh wanita berjilbab kan?</p>
<p>Akhirnya, kalau diteruskan, dan kalau kita cukup ‘tega’, negara ini pun bisa digugat jika tidak mau menerapkan Syariah secara kaaffah—yang merupakan ibadah tertinggi. Kenapa? Saya akan jawab dengan pertanyaan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, masih kepada Profesor Loebby Lukman, “Baik. Pertanyaan terakhir. Jika negara melanggar UUD 1945—dengan merampas kemerdekaan beridabah—apakah negara bisa dituntut?”</p>
<p>Nah lho![2 Juni 2009]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=234&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/pancasila-negeri-hologram-dan-istri-capres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/garuda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">garuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Islam Pakistan, Selamat Datang!</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/revolusi-islam-pakistan-selamat-datang/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/revolusi-islam-pakistan-selamat-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 00:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[“Akankah fasilitas nuklir Pakistan dikuasai oleh kaum militan?” barangkali menjadi pertanyaan paling serius yang mencerminkan ketakutan Barat akan apa yang sedang terjadi di Pakistan di hari-hari terakhir. Taliban mulai merangsek ke pusat-pusat kota Pakistan, dan terakhir puluhan orang tewas dalam aksi pengeboman di Peshawar beberapa hari lalu.
Saya membuka lagi memori tentang tragedi Masjid Merah sekitar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=225&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-226" title="rayah" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/rayah.jpg?w=124&#038;h=130" alt="rayah" width="124" height="130" />“Akankah fasilitas nuklir Pakistan dikuasai oleh kaum militan?” barangkali menjadi pertanyaan paling serius yang mencerminkan ketakutan Barat akan apa yang sedang terjadi di Pakistan di hari-hari terakhir. Taliban mulai merangsek ke pusat-pusat kota Pakistan, dan terakhir puluhan orang tewas dalam aksi pengeboman di Peshawar beberapa hari lalu.</p>
<p>Saya membuka lagi memori tentang tragedi Masjid Merah sekitar dua tahun yang lalu. Masjid itu benar-benar menjadi merah dengan darah kaum syuhada yang dibantai dengan bengis oleh rezim Musharaf. Para mujahid membela mati-matian kehormatan mereka, namun rezim tiarni ini terlalu keras hatinya. Hingga reaksi balik tercipta : kristalisasi azam umat untuk melawan. “Sabiluna&#8230;Jihad..! Sabiluna&#8230;Jihad&#8230;!” itulah yel-yel yang diteriakkan di Masjid Merah setelah tragedi itu, sebagai deklarasi perlawanan atas nama Kedaulatan Allah.</p>
<p><span id="more-225"></span></p>
<p>Dan dua bulan lalu, ketika akhirnya umat Islam berhasil mengegolkan penerapan Syariat Islam di lembah Swat, wilayah barat laut Pakistan, rezim baru Sardari memanggil bala bantuan Fir’aun Obama untuk menghujani lembah itu dengan bom. Jadi Obama memang menepati janjinya saat kampanye dulu untuk memberantas ‘teroris’ di Pakistan.</p>
<p>Dan akibatnya kini, apa yang disebut dengan kaum militan sedang berhadap-hadapan dengan pemerintah sekuler yang menanam saham dosa dengan membunuhi umat Islam dan membuat ratusan ribu kaum Muslim terlunta-lunta sebagai pengungsi. Sementara, kaum militan Taliban tersebut berjanji akan menaklukan ibukota Pakistan, Islamabad. Pantagon pun mengatakan bahwa wilayah-wilayah pinggir sudah dikuasai Taliban, pemerintah hanya menguasai daerah perkotaan.</p>
<p>Namun, di sisi lain, ada bahaya yang mengancam umat Islam di balik huru-hara ini. Hizbut Tahrir dalam situs-situsnya mengingatkan kita bahwa justru kondisi chaos ini, alih-alih membawa perubahan pada umat, malah akan menguntungkan kepentingan Amerika Serikat (AS). Bagaimana tidak, AS akan selalu punya alasan untuk terus melakukan intervensi atas nama War on Terrorism jika kondisi chaos dan instabilitas ini terus terjadi. Alhasil, chaos ini (bisa jadi) adalah desain AS.</p>
<p>Di luar polemik apakah chaos ini desain AS atau murni reaksi perlawanan dari umat Islam yang ditindas, ada beberapa fakta yang tidak bisa dibantah, yakni pertama, ada keinginan yang sangat tinggi dari rakyat Pakistan untuk menerapkan Syariat Islam. Kedua, pemerintah Pakistan yang disokong AS tidak menginginkan hal ini. Ketiga, AS, yang tentu saja tidak ingin agar Pakistan menerapkan Syariah, melakukan intervensi untuk membantai umat lewat tangan pemerintah Sardari sampai secara langsung intervensi lewat pengiriman pasukan.</p>
<p>Kondisi terakhir ini berarti kegentingan, sekaligus peluang bagi sebuah revolusi menggusur sistem kufur sekuler yang merupakan biang kerok dari semua kerusakan dan instabilitas di Pakistan lalu menerapkan sistem Khilafah yang menerapkan Syariah. Maka langkah berikutnya yang seharusnya tidak bisa dibendung adalah : pertama, umat harus tumbangkan pemerintahan Sardari yang sekuler. Kedua, membentuk pemerintahan Islam (Khilafah) lalu terapkan Syariah. Ketiga, lindungi negeri dari intervensi AS. Inilah agenda mendesak bersama seluruh umat Islam Pakistan. Elemen-elemen Umat Islam Pakistan harus menunjukkan bahwa—seperti seruan Hizbut Tahrir—bukan hanya umat Islam di lembah Swat yang menginginkan Syariah, melainkan seluruh umat Islam Pakistan kini dengan mantap menuntut Syariah dan Khilafah! Seluruh umat Islam Pakistan kini siap bergerak untuk sebuah revolusi&#8230;.Revolusi Islam Pakistan!</p>
<p>Terbang lagi ke Indonesia&#8230;malu rasanya. Di tengah hiruk pikuk antara hidup dan mati memperjuangkan Syariah umat Islam, bukan hanya di Pakistan, melainkan juga di Mindanao, misalnya yang beberapa dekade umat Islamnya selalu ditindas pemerintah Filipina, Indonesia masih asyik masyuk mendiskusikan kampanye para capres. Betapa “nggak elit”nya kita, bangsa ini. Hiruk pikuk kita sangat murahan, sangat egoistis.</p>
<p>Saya berdoa, semoga hawa Revolusi Islam itu menular jauh dari Pakistan, jauh ke sini, ke Indonesia. Katakan : Amin ![31 Mei 2009]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=225&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/revolusi-islam-pakistan-selamat-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/rayah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rayah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Runtuhnya Nasionalisme</title>
		<link>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/khilafatism/</link>
		<comments>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/khilafatism/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 00:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezaageung</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reza85ageung.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa lama lagi konsep nation-state bisa bertahan? Saat ini, deru globalisasi telah menggila, membuat seluruh dunia bisa dilipat seukuran saku, menjadi apa yang disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai Dunia Yang Dilipat. Ya, kemajuan teknologi informasi mempersempit dunia menjadi sebuah global village, bahkan, ini karangan saya saja, global house. Dalam global house, Negara-negara di dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=220&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-222" title="globe" src="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/globe.jpg?w=116&#038;h=116" alt="globe" width="116" height="116" />Seberapa lama lagi konsep nation-state bisa bertahan? Saat ini, deru globalisasi telah menggila, membuat seluruh dunia bisa dilipat seukuran saku, menjadi apa yang disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai Dunia Yang Dilipat. Ya, kemajuan teknologi informasi mempersempit dunia menjadi sebuah global village, bahkan, ini karangan saya saja, global house. Dalam global house, Negara-negara di dunia ibarat kamar-kamar saja, yang bisa disinggahi oleh penghuni kamar tetangganya kapan saja. Bahkan kamar-kamar itu punya jendela, lewat mana kita dapat mengintip semua aktivitas si penghuni kamar.</p>
<p>Saya jadi teringat novel terakhir dalam Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Judulnya Rumah Kaca. Isinya bercerita tentang hebatnya aktivitas intelejen di awal abad 20 yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap semua aktivitas pergerakan. Karena sang intel bisa memantau semua kegiatan musuh politik Gubermen, lewat jaringan mata-matanya, maka Hindia (sebutan untuk Indonesia) ini bagi dia ibarat rumah kaca saja, di mana semua aktivitas penghuninya bisa ia pantau.</p>
<p><span id="more-220"></span></p>
<p>Namun hal itu di abad ini tidak lagi istimewa. Dunia intelejen sudah sedemikian canggih, walaupun konon intel terhebat di dunia, seperti CIA, ternyata tidaklah sehebat yang kita kenal (misalnya, peristiwa runtuhnya tembok Berlin ternyata diketahui CIA bukan lewat mata-matanya, melainkan dari siaran berita di teve!). Faktor determinannya, kemajuan teknologi informasi tadi. Ini abad informasi, hingga bukan hanya intel, Anda pun bisa memiliki Rumah Kaca, di mana Anda mampu memantau bahkan aktivitas seluruh dunia, jika Anda rajin menonton siaran berita, mambaca koran, mendengarkan radio, mambaca TIME, dan browsing di internet. Media massa menjadi jaringan mata-mata Anda! Ia menyuplai informasi bahkan dalam periode hitungan detik!</p>
<p>Informasi, benda yang dulu hanya dimiliki oleh badan intelejen, kini menjadi milik umum. Lewat media massa, Anda bisa mengetahui siapa akhirnya cawapres SBY setelah tahu ada seeorang pengunjung kebun binatang terjatuh ke kandang beruang di Jerman. Anda bisa melakukan fungsi pemantauan sebagaimana intelejen. Aktivitas Sarah Azhari, misalnya, bisa Anda pantau terus dari waktu ke waktu, hari ke hari, asal Anda rajin menonton infotainment, membaca majalah selebritis, atau mengikuti SMS REG_ARTIS.</p>
<p>Kembali ke novel Rumah Kaca. Sebetulnya, dalam tafsiran saya, fenomena yang dalam masanya barang baru ini merupakan salah satu penampakan saja dari gejala baru di alam kolonial, yakni meleburnya batas-batas. Definisi bangsa, misalnya mengalami pergeseran. Dulu, yang dimaksud bangsa itu adalah bangsa Sunda, bangsa Jawa dan sebagainya. Oleh karenanya dalam Sumpah Pemuda kita mengenal ada utusan-utusan dari Jong Java, Jong Celebes, dan sebagainya.</p>
<p>Hanya, berbagai situasi selama tiga abad kolinialisme ditambah politik etis di awal abad 20 menciptakan kesadaran baru bahwasanya puluhan bangsa itu, dari Aceh hingga Irian, menderita kemalangan yang sama, perbudakan yang senasib, dan seterusnya. Dan oleh karenanya puluhan bangsa itu layak disebut satu bangsa, apalagi berada pada kepulauan yang sama dan sudah memiliki bahasa penghubung yang satu, yakni bahasa Melayu.</p>
<p>Nah, masalah timbul : jadi kalau saya lahir di Sunda, sementara Sunda adalah bagian dari Hindia, maka apakah saya bangsa Sunda ataukah bangsa Hindia (Indonesia)? Di titik inilah pergeseran itu terjadi, lantas melahirkan istilah ‘kebangsaan ganda’. Artinya, saya adalah bangsa Sunda dan Anda adalah bangsa Aceh, namun pada waktu yang sama kita adalah bangsa Hindia.</p>
<p>Namun yang disebut kebangsaan ganda ini tidak berlaku lama. Ia selesai setelah muncul negara baru bernama Indonesia. Kebangsaan menjadi tunggal. Adapun Sunda, Aceh, dsb berubah statusnya menjadi suku bangsa.</p>
<p>Baik, itu seabad yang lalu. Dan setelah seabad, alur sejarah berulang hanya saja dengan pemain dan variabel yang berbeda. Orang bilang globalisasi menciptakan tanda tanya bagi perlunya negara-bangsa, dan kini korporasi lebih berkuasa daripada negara, hingga pertanyaan orang kepada Anda bukan lagi “Anda warga negara mana?” melainkan “Anda bekerja di perusahaan multinasional mana?”. Walaupun, saat krisis terjadi, seperti saat ini, korporasi masih meminta kuasa negara-bangsa untuk menstimulus mereka.</p>
<p>Tapi ada sebuah trend yang nampak bahwasanya slogan-slogan nasionalisme kini hanya menjadi pengobar semangat yang semakin semu seiring semakin rasionalnya (dan mungkin juga pragmatisnya) masyarakat dunia. Maksud saya, apa wujud nyata praktis dari nasionalisme? Toh kalau saya memberi sumbangan kepada korban bencana di Aceh, misalnya, itu karena saya merasa kasihan kepada mereka sebagai sesama manusia, bukan karena nasionalisme karena nasionalisme tidak memeberi satu ayat pun yang memerintahkan saya untuk menolong orang lain.</p>
<p>Sebaliknya, sesemangat apapun Anda berceramah tentang nasionalisme di hadapan para aktivis GAM, misalnya (kalau andai organisasi ini masih ada), mereka tetap ingin berpisah karena usia integritas bukan diukur dari nasionalisme yang semu itu, melainkan dari usia keadilan. Ketika keadilan dicederai maka, tidak ada lagi ikatan, hatta dengan negara sekalipun. Dan istilah bangsa pun akan kembali bergeser ke arah yang lebih primordial.</p>
<p>Oleh karena itu, jika di masa lalu nasionalisme adalah alternatif dari kolonialisme, kini justru giliran nasionalisme yang digugat oleh sejarah, dan oleh kemanusiaan, bahkan oleh agama. Misalnya, logika nasionalisme seharusnya melarang penggalangan bantuan dana kemanusiaan ke Gaza saat terjadi peristiwa agresi Israel Januari lalu. Mengapa? Karena separuh rakyat Indonesia masih miskin. Jadi bukankah alangkah baiknya kalau duit puluhan milyar itu dipakai saja untuk menyumbang kaum miskin di negeri sendiri? Kenapa malah kita menolong orang lain yang bukan bangsa kita?</p>
<p>Nah, ternyata orang lebih memilih menyumbang ke Palestina. Mengapa? Kemanusiaan lebih tua umurnya dari nasionalisme. Jadi nasionalisme sudah digugat oleh kemanusiaan.</p>
<p>Dan lagi, kita ingat pada waktu yang sama dengan peritiwa Gaza itu, di Papua terjadi gempa bumi yang memakan korban. Namun, ini fakta, kotak sumbangan untuk Papua lebih kecil dari kota sumbangan untuk Gaza. Lihat, bagaimana dalil-dalil tentang membantu saudara-saudara seiman dan mendukung jihad ternya masih dan lebih efektif untuk menggerakan orang ketimbang slogan nasionalisme. Lihat bagaimana isu keumatan menjadi lebih dominan kini dibandingkan isu kebangsaan. Jadi, nasionalisme sudah digugat oleh agama.</p>
<p>Oleh karenanya, nasionalisme sudah menjadi sedemikian usang, dan cenderung tidak diperlukan lagi bagi jalannya roda kehidupan masyarakat dunia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reza85ageung.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reza85ageung.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reza85ageung.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reza85ageung.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reza85ageung.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reza85ageung.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reza85ageung.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reza85ageung.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reza85ageung.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reza85ageung.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reza85ageung.wordpress.com&blog=2294888&post=220&subd=reza85ageung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reza85ageung.wordpress.com/2009/09/16/khilafatism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef34b479a94ecf507458eda73eb672a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezaageung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reza85ageung.files.wordpress.com/2009/09/globe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">globe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>