Arsip

Archive for the ‘ruhiyah’ Category

TUGAS SEJARAH

Maret 24, 2009 rezaageung 1 comment

brainApa yang Anda pikirkan sewaktu bangun tidur? Saya teringat pada sebuah serial kartun di televisi yang diputar waktu saya kecil dulu, yang judulnya The Pinky and The Brain. Keduanya adalah tikus. Yang satu bodoh dan polos, satu lagi jenius (sesuai namanya : Brain).

Yang menarik, serial itu selalu diawali dengan adegan di mana Pinky bertanya kepada Brain, “Apa yang akan kita lakukan hari ini, Brain?”. Dan Brain akan menjawab, “seperti biasa, Pinky. Mencoba mengusai dunia…”, kalimat ini selalu ia ucapkan secara dramatis. Dan betul, setiap episodenya menceritakan petualangan Pinky dan Brain dalam usahanya menguasai dunia. Brain memiliki sesuatu yang tidak dimiliki tikus lain.

Read more…

Categories: ruhiyah

Fithrah

September 29, 2008 rezaageung 4 komentar

lafadz

Aku akan bercerita kepadamu sebuah pengalaman. Aku mengikuti sebuah diklat jurnalistik di Pusdai Bandung beberapa waktu yang lalu. Ketika zuhur tiba, masuklah aku ke dalam masjid. Sebelum memimpin salat, sang imam mesjid mengimbau jamaah agar tidak langsung bubar selepas salam nanti, karena akan ada yang menyatakan diri masuk Islam.

Read more…

Categories: ruhiyah

Sedekah dan Kesejiwaan

September 11, 2008 rezaageung 3 komentar

sedekahMenjelang akhir khutbah di malam terakhir bulan Sya’ban (diriwayatkan oleh Imam Ibn Khuzaimah dalam kitab At-Targhib), Rasulullah SAW bersabda:

“…Karena itu, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian; dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang utama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampunan kepada-Nya. Dua perkara yang sangat kalian butuhkan ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka…”

Read more…

Categories: ruhiyah

AFIRMASI

Juli 2, 2008 rezaageung 5 komentar

gunung

Seorang pemimpi adalah manusia egois. Ia tidak peduli apa kata orang tentang imposibilitas akan perwujudan ekspetasi-ekspetasi yang membumbung bak mercon di malam lebaran. Teliganya ditutup sudah tanpa tedeng aling-aling dan tanpa pernah menyesal.

Seperti pendaki gunung. Sedari langkah pertama, walau jasadnya masih di kaki gunung, imajinya sudah ada di puncak, bercengkrama dengan kemenangan bahkan sebelum garis start dilalui. Sejak awal ia sudah mengeliminir rasa lelahnya karena tahu bayarannya lebih melimpah dari keringatnya, yakni kepuasan, hasrat yang lepas seperti merpati.

Read more…

Categories: ruhiyah

TITIK NOL

Juni 18, 2008 rezaageung 5 komentar

road

Bagaimana aku dapat melangkah ke depan jika aku tidak tahu jalan mana yang harus kutempuh?

-John Lennon-

Ada sebuah kanvas yang memuat lukisan abstrak tentang manusia, angan-angan, ajal dan ‘setelah ajal’. Inspirasinya datang dari kisah nyata berbelas abad lampau ketika pada suatu hari Rasulullah saw membuat garis di atas pasir, sebuah persegi (square). Dari dalamnya menembus sebuah garis melampaui garis sisi bujur sangkar. Di tengah digambarkan sebuah titik : “Ini manusia”. Lalu beliau menunjuk garis tepi bujur sangkar : “Ini ajalnya”. Kemudian menunjuk ke garis yang membentang dari titik manusia menembus dinding square, jauh meninggalkan garis luarnya. “Inilah angan-angannya,” sabdanya.

Read more…

Categories: ruhiyah