Arsip

Archive for the ‘politik’ Category

Aparat Dipenjara Paranoia

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

sorbanDalam Kamus Saku Oxford, Paranoia diartikan sebagai mental illnes in wich sb believes that other people want to harm him/her. Tanda-tandanya, kecurigaan berlebihan, dan cenderung memvonis orang bersalah sebelum dibuktikan kebersalahannya. Misalnya, aparat sekarang didesak untuk mengawasi setiap orang yang berjanggut bersorban, dan berjubah, kalau-kalau mereka teroris.

Jadi, keputus asaan untuk mendeteksi motif terorisme yang mungkin ada pada orang-orang yang akan menjadi pelaku terorisme membuat deteksi dialihkan pada simbol dan atribut yang identik dengan pelaku terorisme. Padahal, kalau kita lihat foto-foto pelaku Bom Mariot 2 yang sering dipublish di teve, kebayakan dari mereka justru tidak berjanggut, dan kemungkinan tidak berjubah. Hanya Noordin M. Top yang berjanggut. Tapi ia tidak berjubah. Saifudin yang buron, berjubah (gamis), bersorban tapi tidak berjanggut.
Read more…

Categories: politik

Andai Minke (masih) Hidup

September 16, 2009 rezaageung 1 comment

“Didiklah rakyat dengan organisasi, dan didiklah penguasa dengan perlawanan!”

-cover belakang novel Jejak Langkah by Pram.

minkeHarusnya memang program wajib belajar bukan hanya ditujukan pada rakyat, tapi juga pada penguasa. Terutama bukan karena buta huruf, tapi karena buta nurani. Kata Dr Ir Muslimin Naution, pasal 27 s.d. 34 UUD’45 menunjukkan bahwa secara konstitusional negara ini menganut ekonomi Syariah. Tapi, jauh panggang dari api. Kwik Kian Gee sampai menulis buku berjudul “Indonesia Menggugat Jilid II”, meyerupai judul pidato Bung Karno di hadapan hakim kolonial di Bandung pada tahun 1930 tentang gugatannya atas neoliberalimenya pemimpin negara ini.

Ya, menggugat, itu perlu. Kalau kebijakan liberal pemerintah ini–dan akan tetap liberal setidaknya sampai 5 tahun ke depan–terus memiskinkan rakyat ini, membiarkan asing sampai bisa menanamkan >90% sahamnya di sini, sampai mereka bisa mengontrak lahan kita hingga 94 tahun lamanya–layaknya Hongkong yang dikontrak Inggris–bukankah ini menggerus nurani kita? Dan patut digugat? Dilawan?
Read more…

Categories: politik

There is No Al-Qaeda!

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

qaidaDunia mengalami tranformasi dari tatanan yang merekayasa tingkah laku manusia lewat perangkat yang bernama aturan, ke tatanan yang merekayasa pemikiran manusia lewat perangkat yang bernama media massa, ke tatanan yang merekayasa syahwat manusia lewat alat yang bernama iklan, dan sekarang ke tatanan yang merekayasa rasa takut manusia lewat alat yang bernama istilah terorisme dan anti-teror.

Fearness engeneering, rekayasa ketakutan, barangkali bukan frasa yang enak didengar. Tapi kurang lebih seperti itulah hari-hari belakangan ini. Anti-teror dibuat untuk menyerang teror yang sengaja dibuat! Seperti membuat laku lem tikus dengan jalan beternak tikus lalu menyebarkan tikus-tikus itu ke perkampungan!
Read more…

Categories: politik

“Sumpah Pemuda”-nya Khilafah

September 16, 2009 rezaageung 1 comment

MUN1Saya senang menganalogikan proses tegaknya Khilafah seperti proses terbentuknya Negara Indonesia. Urutannya hampir sama, dari mulai gagasan, berlanjut ke pendidikan dan pembentukan kelompok elite yang mengusung gagasan. Selanjutnya dimulailah proses penyadaran dan kampanye dan seterusnya. Kurang lebih lekuk kerangka yang sama dengan kemerdekaan Indonesia bisa dijodohkan tepat dengan lekuk kerangka algoritma penegakkan khilafah.

Tapi mengapa Indonesia? Mengapa tidak Malaysia atau Mesir atau India atau negara-negara yang terbentuk pasca PD II lainnya? Karena terdapat perbedaan historis antara kemerdekaan negara2 Arab misalnya, yang kebanyakan hasil pemecahbelahan khilafah Utsmani oleh negara2 penjajah, dengan kemerdekaan Indoensia yang didahului proses integrasi bangsa-bangsa Nusantara menjadi satu bangsa. Ada proses pembentukan identitas bangsa Indonesia yang sebelumnya tidak ada (karena yang ada adalah bangsa Jawa, Borneo, dll.)
Read more…

Categories: politik

Revolusi Islam Pakistan, Selamat Datang!

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

rayah“Akankah fasilitas nuklir Pakistan dikuasai oleh kaum militan?” barangkali menjadi pertanyaan paling serius yang mencerminkan ketakutan Barat akan apa yang sedang terjadi di Pakistan di hari-hari terakhir. Taliban mulai merangsek ke pusat-pusat kota Pakistan, dan terakhir puluhan orang tewas dalam aksi pengeboman di Peshawar beberapa hari lalu.

Saya membuka lagi memori tentang tragedi Masjid Merah sekitar dua tahun yang lalu. Masjid itu benar-benar menjadi merah dengan darah kaum syuhada yang dibantai dengan bengis oleh rezim Musharaf. Para mujahid membela mati-matian kehormatan mereka, namun rezim tiarni ini terlalu keras hatinya. Hingga reaksi balik tercipta : kristalisasi azam umat untuk melawan. “Sabiluna…Jihad..! Sabiluna…Jihad…!” itulah yel-yel yang diteriakkan di Masjid Merah setelah tragedi itu, sebagai deklarasi perlawanan atas nama Kedaulatan Allah.

Read more…

Categories: politik

Kami Bukan Generasi Mati Rasa!!

AJS49CACNXJTICA43LSNUCA0H5VOTCAMTXI2OCAUBACZPCA3HK2F7CABQ79WSCA7BQD3BCA2E9EPLCATX6MMACAE2TNUDCAFS3877CAGBSK7ZCA19SIRSCA78FO0OCAARU0ZGCADQFSYWCA8CSGAGoleh : salam revolusi

Teruntuk bapak-ibu capres-cawapres yang sedang melenggang ke seantero negeri. Saya prihatin menyaksikan style kampanye anda sekalian yang lebih mirip jumpa fans artis dengan penggemar. Dielu-elukan oleh para pendukung anda.

Semangat boleh mengadopsi gaya 45, menggelegar membahana di jagat raya, dengan suara-suara bak ksatria. tetapi nyatanya, kebijakan yang anda telorkan sama saja. Setahun, dua tahun, tiga tahun.. satu dasawarsa, tiga dasawarsa, dan seterusnya, tidak ada perubahan fundamental yang terjadi di negeri gemah ripah. nonsense.

Read more…

Categories: politik

PRES-WAPRES KAMPANYE, NEGARA LIBUR?

sby-kampanyeAda satu persoalan yang mungkin terlewatkan untuk kita perdebatkan, yakni apakah seorang pemimpin yang sudah menjadi milik rakyat masih boleh diklaim sebagai milik partainya?

Saya mulanya maklum ketika menyaksikan berita di teve bahwa sang Presiden berbaju partai ikut berkampanye. Namun kemakluman ini berubah menjadi keheranan tatkala mengetahui bahwa sang wakil pun pada waktu yang sama ternyata sedang bersama-sama partainya. Nah lho, lantas siapa yang ngurus negara? Ataukah negara diliburkan selama masa kampanye?

Read more…

Categories: politik

Matematika Kemenangan

Maret 28, 2009 rezaageung 1 comment

Lebih baik menunda kemenangan secara sengaja, daripada kita merebutnya untuk kemudian dilepas dalam waktu singkat bersama datangnya badai.

refahSetiap momen politik adalah celah sejarah. Dalam konteks Indonesia, reformasi 1998 adalah contoh terdekat bagaimana sebuah celah sejarah terbuka dan semua komponen dari latar belakang ideologi yg berbeda berebut bermunculan, dari bawah tanah menuju pucuk pohon, dari pinggir bergeser ke tengah, ke pusat-pusat perumusan kebijakan.

Dalam konteks pergerakan Islam, setiap momen politik berarti tantangan untuk menghitung : seberapa besar peluang untuk melompat ke kekuasaan? Pemilu, misalnya, di alam demokratis seperti sekarang akan menjadi momen politik lebih random posibilitas kondisi pascanya dibanding pemilu di masa Orde Baru dulu.

Read more…

Categories: politik

LUPA

images2

Seperti pepatah Arab : semua lelaki mengaku pernah bertemu Layla. Sayangnya, Layla tidak mengaku bertemu siapapun. Hari ini semua ‘calon wakil rakyat’ mengaku membela dan akan memperjuangkan rakyatnya. Tidak ada kecap nomor dua, semua partai mengaku akan mensejahterakan rakyat, berpihak pada petani, memperjuangkan hak perempuan. Semuanya.


Betul kata sebagian pengamat, bangsa ini mungkin mengidap penyakit lupa. Karena bukankah janji-janji (baca : mimpi-mimpi) itu juga yang diobral oleh mereka lima tahun lalu? Lalu bukankah setelah mereka duduk di senayan sana, yang ternyata ditelurkan adalah produk-produk hukum yang merugikan rakyat yang diwakilinya? UU Migas, UU Penanaman Modal Asing, UU Sumber Daya Air adalah di antara undang-undang yang sama sekali tidak pro-rakyat dan sangat pro-kapitalis. Lantas apa jaminan mereka tidak akan mengulang dosa yang sama?

Read more…

Categories: politik

Tuhan, Kotak Suara dan Patung Anak Sapi

Januari 30, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

images

Demokrasi, modal, dan kekuasaan, adalah jeratan-jeratan modern yang saling menjalin satu sama lain membelenggu manusia-manusia modern dalam penjajahan gaya baru. Namun, seringkali kita lupa bahwa di samping ketiga hal itu, ada satu lagi perangkat pembelengguan, yakni agama.

Read more…

Categories: politik