Aparat Dipenjara Paranoia
Dalam Kamus Saku Oxford, Paranoia diartikan sebagai mental illnes in wich sb believes that other people want to harm him/her. Tanda-tandanya, kecurigaan berlebihan, dan cenderung memvonis orang bersalah sebelum dibuktikan kebersalahannya. Misalnya, aparat sekarang didesak untuk mengawasi setiap orang yang berjanggut bersorban, dan berjubah, kalau-kalau mereka teroris.
Jadi, keputus asaan untuk mendeteksi motif terorisme yang mungkin ada pada orang-orang yang akan menjadi pelaku terorisme membuat deteksi dialihkan pada simbol dan atribut yang identik dengan pelaku terorisme. Padahal, kalau kita lihat foto-foto pelaku Bom Mariot 2 yang sering dipublish di teve, kebayakan dari mereka justru tidak berjanggut, dan kemungkinan tidak berjubah. Hanya Noordin M. Top yang berjanggut. Tapi ia tidak berjubah. Saifudin yang buron, berjubah (gamis), bersorban tapi tidak berjanggut.
Read more…
Harusnya memang program wajib belajar bukan hanya ditujukan pada rakyat, tapi juga pada penguasa. Terutama bukan karena buta huruf, tapi karena buta nurani. Kata Dr Ir Muslimin Naution, pasal 27 s.d. 34 UUD’45 menunjukkan bahwa secara konstitusional negara ini menganut ekonomi Syariah. Tapi, jauh panggang dari api. Kwik Kian Gee sampai menulis buku berjudul “Indonesia Menggugat Jilid II”, meyerupai judul pidato Bung Karno di hadapan hakim kolonial di Bandung pada tahun 1930 tentang gugatannya atas neoliberalimenya pemimpin negara ini.
Dunia mengalami tranformasi dari tatanan yang merekayasa tingkah laku manusia lewat perangkat yang bernama aturan, ke tatanan yang merekayasa pemikiran manusia lewat perangkat yang bernama media massa, ke tatanan yang merekayasa syahwat manusia lewat alat yang bernama iklan, dan sekarang ke tatanan yang merekayasa rasa takut manusia lewat alat yang bernama istilah terorisme dan anti-teror.
Saya senang menganalogikan proses tegaknya Khilafah seperti proses terbentuknya Negara Indonesia. Urutannya hampir sama, dari mulai gagasan, berlanjut ke pendidikan dan pembentukan kelompok elite yang mengusung gagasan. Selanjutnya dimulailah proses penyadaran dan kampanye dan seterusnya. Kurang lebih lekuk kerangka yang sama dengan kemerdekaan Indonesia bisa dijodohkan tepat dengan lekuk kerangka algoritma penegakkan khilafah.
“Akankah fasilitas nuklir Pakistan dikuasai oleh kaum militan?” barangkali menjadi pertanyaan paling serius yang mencerminkan ketakutan Barat akan apa yang sedang terjadi di Pakistan di hari-hari terakhir. Taliban mulai merangsek ke pusat-pusat kota Pakistan, dan terakhir puluhan orang tewas dalam aksi pengeboman di Peshawar beberapa hari lalu.
oleh : salam revolusi
Ada satu persoalan yang mungkin terlewatkan untuk kita perdebatkan, yakni apakah seorang pemimpin yang sudah menjadi milik rakyat masih boleh diklaim sebagai milik partainya?
Setiap momen politik adalah celah sejarah. Dalam konteks Indonesia, reformasi 1998 adalah contoh terdekat bagaimana sebuah celah sejarah terbuka dan semua komponen dari latar belakang ideologi yg berbeda berebut bermunculan, dari bawah tanah menuju pucuk pohon, dari pinggir bergeser ke tengah, ke pusat-pusat perumusan kebijakan.

Komentar Terakhir