Arsip

Archive for the ‘islam’ Category

Saatnya Para Ulama Turun Tangan!

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

ulamaSemua masalah bisa diselesaikan, tapi tidak jika kita berada dalam kondisi nircahaya alias gelap, tak ada satu pun yang nampak. Bayangkan sebuah dunia yang saking lamanya berada dalam kegelapan hingga terbiasa melakukan segala sesuatu dalam kondisi itu, betatapun hal itu akan jelas terlihat salah andai saja di bawah sinar.

Di dalam gelap, dedaunan dikira uang, maksud hati menendang bola padahal kepala, minum jus jeruk padahal darah, makan dendeng padahal ular. Generasi yang tidak pernah menyaksikan proses padamnya cahaya akan menganggap dunia yang gelap ini sebagai dunia yang sebenarnya, dan semua kebejatan menjadi lazim.

Read more…

Categories: islam

Pancasila, Negeri Hologram dan Istri Capres

September 16, 2009 rezaageung 2 komentar

garudaKalau tidak boleh bawa-bawa isu agama dalam kehidupan bernegara, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah menghapus sila pertama Pancasila. Kedua, menghapus kalimat “Atas berkat Rahmat Allah” pada Preambule UUD 1945. Dan ketiga, menghapus pasal 29 UUD 1945.

Tapi justru Pancasila dan UUD 45 yang dijadikan dalih untuk menolak masuknya isu agama. Tentang naiknya pamor capres Jusuf Kalla karena istrinya berkerudung, misalnya, SBY menanggapi dengan pernyataan bahwa sebaiknya kita jangan membawa isu SARA karena kita negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Membawa agama ke dalam politik memang haram menurut sekulerisme, karenanya kita sering mendengar, “negara kita kan negara Pancasila, bukan negara Islam” ketika tuntutan penerapan Syariah naik ke permukaan.

Lalu seakan radikalisme Islam (sebutan yang dibuat karena “mereka” tidak berani menunjuk Islam secara langsung) diposisikan vis a vis dengan Pancasila. Misalnya, kejadian setahun lalu, tepatnya 1 Juni 2008 di Monas. Kaum liberal seakan menjadi heroik karena ‘membela Pancasila’ di hari ulang tahunnya dari ancaman ‘radikalisme Islam.’
Read more…

Categories: islam

Runtuhnya Nasionalisme

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

globeSeberapa lama lagi konsep nation-state bisa bertahan? Saat ini, deru globalisasi telah menggila, membuat seluruh dunia bisa dilipat seukuran saku, menjadi apa yang disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai Dunia Yang Dilipat. Ya, kemajuan teknologi informasi mempersempit dunia menjadi sebuah global village, bahkan, ini karangan saya saja, global house. Dalam global house, Negara-negara di dunia ibarat kamar-kamar saja, yang bisa disinggahi oleh penghuni kamar tetangganya kapan saja. Bahkan kamar-kamar itu punya jendela, lewat mana kita dapat mengintip semua aktivitas si penghuni kamar.

Saya jadi teringat novel terakhir dalam Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Judulnya Rumah Kaca. Isinya bercerita tentang hebatnya aktivitas intelejen di awal abad 20 yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap semua aktivitas pergerakan. Karena sang intel bisa memantau semua kegiatan musuh politik Gubermen, lewat jaringan mata-matanya, maka Hindia (sebutan untuk Indonesia) ini bagi dia ibarat rumah kaca saja, di mana semua aktivitas penghuninya bisa ia pantau.

Read more…

Categories: islam

Loyalitas

Maret 21, 2009 rezaageung 1 comment

images17 trilyun rupiah, biaya yang dihabiskan untuk menggelar pemilu bulan depan. Angka itu belum mencakup dana kampanye yang dikeluarkan oleh masing-masing caleg dari 12000 caleg yang berkompetisi, biaya iklan parpol dan capres di televisi, dan lain-lain.

Itu baru ongkos finansial. Kita belum menghitung energi yang dikuras untuk saling menjatuhkan, saling rayu antar parpol, antar kontestan, juga waktu dan energi untuk semua penjajakan kemungkinan koalisi antar calon. Semua ini demi sebuah pesta demokrasi di negeri yang katanya termasuk negara demokrasi terbesar di dunia.

Read more…

Categories: islam

Habis Gelap Terbitlah Terang

Maret 5, 2009 rezaageung 6 komentar

(Refleksi 85 Tahun Runtuhnya Khilafah)

Oleh : Reza Ageung

sunrise

Kalau sekali waktu kita berada di padang pasir yang tandus dan selama sepekan tidak menemukan air, maka kehadiran satu tetes saja menjadi anugerah yang dipuja tiada henti. Padahal biasanya kita mengutuk hujan deras yang turun di waktu seharusnya kita keluar rumah.

Kekeringan dan lantas kehausan, fenomena lumrah. Ketika tidak ada seorang pemimpin pun yang berani mengambil tindakan nyata terhadap Israel, seorang Perdana Menteri yang mengutuk (sekedar mengutuk) Zionis akan dianggap pahlawan. Padahal bagi tukang ojeg sekalipun sekedar mengutuk bukan pekerjaan sulit. Dunia Islam haus akan pemimpin yang tegas, namun singa-singa punah, diganti dengan ayam-ayam yang sekalinya berkokok nyaring ditaburi applause.

Read more…

Categories: islam

Sadar Zaman

grafik-sinus

Kurva peradaban adalah kurva normal, ia berbentuk gunung dengan satu lereng menanjak, sebuah puncak dan satu lereng menurun. Tidak ada peradaban yang terus menanjak tanpa puncak atau berjaya terus di puncak adidaya. Selalu ada waktunya untuk degradasi. Itulah hukum peradaban.

Read more…

Categories: islam