“Sumpah Pemuda”-nya Khilafah
Saya senang menganalogikan proses tegaknya Khilafah seperti proses terbentuknya Negara Indonesia. Urutannya hampir sama, dari mulai gagasan, berlanjut ke pendidikan dan pembentukan kelompok elite yang mengusung gagasan. Selanjutnya dimulailah proses penyadaran dan kampanye dan seterusnya. Kurang lebih lekuk kerangka yang sama dengan kemerdekaan Indonesia bisa dijodohkan tepat dengan lekuk kerangka algoritma penegakkan khilafah.
Tapi mengapa Indonesia? Mengapa tidak Malaysia atau Mesir atau India atau negara-negara yang terbentuk pasca PD II lainnya? Karena terdapat perbedaan historis antara kemerdekaan negara2 Arab misalnya, yang kebanyakan hasil pemecahbelahan khilafah Utsmani oleh negara2 penjajah, dengan kemerdekaan Indoensia yang didahului proses integrasi bangsa-bangsa Nusantara menjadi satu bangsa. Ada proses pembentukan identitas bangsa Indonesia yang sebelumnya tidak ada (karena yang ada adalah bangsa Jawa, Borneo, dll.)
Peleburan batas-batas bangsa dan pembentukan bangsa baru yang lebih besar ini dideklarasikan pada Sumpah Pemuda tahun 2008, di mana utusan dari seluruh bangsa-bangsa di Hindia datang berkumpul untuk menegaskan bahwa bangsa baru telah lahir. Dan bangsa baru ini menjadi alasan kenapa harus ada Negara yang bernama Indonesia. Jadi, Sumpah Pemuda adalah batu loncatan yang sangat penting dalam proses kemerdekaan Indonesia.
Posisi Muktamar Ulama Nasional pada selasa, 21 Juli 2009, kemarin terhadap penegakkan Khilafah menempati posisi yang kurang lebih sama pentingnya dengan Sumpah Pemuda terhadap kemerdekaan Indonesia. Saya sedang membicarakan hadirnya ulama-ulama penting, bukan hanya dari Indonesia, melainkan juga dari seluruh penjuru dunia Islam yang bahkan menjadi pembicara dari hampir keseluruhan acara (hingga lebih pantas acara ini berjudul Muktamar Ulama Internasional). Di samping itu, penggunaan bahasa Arab dalam mayoritas pembicaraan dalam konferensi itu menandai penegasan akan universalisme dan kelintasbangsaan perjuangan Khilafah, sesuai dengan karakter Islam itu sendiri.
Muktamar kemarin, dengan demikian, menegaskan kembali keberadaan umat Islam sebagai sebuah entitas yang melampaui bangsa, dan dengan demikian lebih kuat alasannya untuk membentuk negara yang berlandaskan Islam daripada negara bangsa. Itulah Khilafah, yang akan menjadi negara bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia, apapun bangsanya.
Semangat peleburan batas-batas bangsa tersebut terpancar dari perkataan seorang ulama dari Libanon saat membuka pidatonya di podium, “Ana min Lubnan. Ana lastu min daulatil Lubnan, ana wa kulli muslimin min daulatil Khilafah! (Saya berasal dari Lebanon. (Tetapi) saya bukan dari Negara Lebanon, saya dan semua kaum muslimin dari Negara Khilafah!)”,. Seolah, muktamar ini adalah “Sumpah Pemuda”nya perjuangan Khilafah. Jika boleh saya membayang adanya semacam “Sumpah Ulama” pada muktamar kemarin, maka kurang lebih akan seperti inilah isinya :
1. Kami bersumpah bertanah air satu, tanah air Islam.
2. Kami bersumpah satu umat, umat Islam.
3. Kami bersumpah satu bahasa, bahasa Arab.
Lantas, misterinya tinggallah pada angka-angka. Jika jarak waktu antara Sumpah Pemuda sampai terjadinya proklamasi Indonesia kurang lebih 17 tahun (1928-1945), maka berapakah jangka waktu dari “Sumpah Ulama” ini sampai tegaknya negara Khilafah? 2009 – ….
Bagian antum yang menjawab;)[23 Juli 2009]
SUMPAH PEMUDA….
jangan tanyakan naskah sumpah pemuda kepada pemuda dan pemudi masa kini…
karna bisa dipastikan mereka tidak hafal…
apakah ketidak hafalan mereka terhadapnaskah sumpah pemuda membuat mereka tidak menghargai serta menghormati sumpah pemuda???
salah besar…
karna sumpah pemuda tidak hanya untuk menghafal naskahnya saja..
tetapi bagaimana kita berperan membangun pemuda-pemudi negeri kita ini untuk maju dan mandiri…
pemuda sekarang hidup dijaman serta era yang berbeda dengan ja,an dahulu…
pemuda-pemudi sekarang sangat berperan membangun bangsa ini…
dengan berbagai cara mereka membangun negeri ini…
jangan anggap remeh pemuda-pemudi jaman sekarang…
ajangan hanya melihat dari keterpurukan serta kerendahan moral para pemuda-pemudi sekarang…
majulah para pemuda serta pemudi negeriku…
bangun negara kita agar lebih mandiri dan maju.
Iklan