Hussein bin Ali (ra), Pahlawan atau Pemberontak?
Ritual itu mengerikan dan berdarah. Orang-orang turun ke jalan lalu mencambuk-cambuk diri mereka dengan cambuk pisau hingga tubuh mereka berlumuran darah. Pemandangan ini biasa dijumpai pada penganut Syi’ah setiap menyambut hari Assyura 10 Muharram. Setiap tahun mereka mengenang gugurnya seorang cucu Nabi saw, Hussein bin Ali ra, yang mereka anggap sebagai pahlawan.
Hussein tewas di Karbala, Irak, di tangan pasukan utusan gubernur Irak di bawah pemerintahan khalifah Yazid bin Muawiyah yang ia tentang. Bagi kaum Syi’ah, tewasnya Hussein adalah sebuah martirdom, kesyahidan. Lantas sejarah bergulir, peristiwa Karbala menjadi semacam pencetus oposisi Syi’ah terhadap rezim Sunni berabad-abad setelahnya. Sementara itu mitos-mitos terus berkembang, Yazid bin Muawiyah kerap digambar sebagai seorang diktator lalim, bengis dan suka mabuk. Bagaimana kita mendudukkan perkara ini?








