Kembali ke Masa Depan (Menyelami Pemikiran Ziauddin Sardar tentang Syariat)

September 21, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

kembali ke masa depanDi tengah-tengah polemik tentang penegakkan syariat, istilah syariat itu sendiri tentunya harus direkonstruksi. Ketika citra syariat lebih didominasi dengan kekerasan, intoleransi, dan ketertinggalan zaman, kehadiran kaum intelektual yang mampu mendobrak keterkungkungan pola pikir yang salah dari para ulama tradisional maupun modern mutlak diperlukan.

Dalam buku ini, Ziauddin Sardar, seorang cendekiawan pioner dalam studi-studi futuristik, mencoba menawarkan pola pikir yang ‘out of box’, yang diharapkan mampu menyegarkan pemikiran umat Islam terhadap dirinya, masa lalunya dan masa depannya, juga terhadap syariat, peradaban islam, dan posisinya terhadap peradaban lain.

Read more…

Categories: resensi

Harmonia Victoria

September 17, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

angelDi bawah bulan, sesosok malaikat melesat tergesa ingin memberitahu seluruh jagad tentang berita gembira yang baru saja ia dengar. Secepat cahaya. Sang Bulan tak sempat bertanya, namun matahari sudah tersenyum lebih dulu, membuat arak-arakan awan dengan penuh pengabdian bersedia mecerai beraikan kawanannya agar sorot cinta Sang Mentari tidak terhalang sampai ke taman itu, menghangatkan bebungaan anggrek dan melati yang sedari malam bertasbih seraya menunduk penuh syukur atas tibanya satu masa yang lama dinantikan oleh seribu galaksi di tepi tembok langit.

Kumbang-kumbang baru saja mulai bangkit setelah suntuk semalam menangis haru. Sambil mengusap air mata mereka merangkak-rangkak mendaki-daki tangkai-tangkai meraih-raih kelopak-kelopak yang subhanallah, terlihat sangat jelita pagi ini seakan sedang dijadikan cermin oleh para bidadari surga yang hari ini bersolek lantaran bahagia tidak kepalang. Namun kupu-kupu yang sayapnya berwarna emas keburu hinggap di atas kelopak melati, berlutut penuh wibawa di depan warna putihnya, laksana seorang ksatria yang baru saja sampai di hadapan jendela sang putri yang baru bangun.

Read more…

Categories: cerpen

Aparat Dipenjara Paranoia

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

sorbanDalam Kamus Saku Oxford, Paranoia diartikan sebagai mental illnes in wich sb believes that other people want to harm him/her. Tanda-tandanya, kecurigaan berlebihan, dan cenderung memvonis orang bersalah sebelum dibuktikan kebersalahannya. Misalnya, aparat sekarang didesak untuk mengawasi setiap orang yang berjanggut bersorban, dan berjubah, kalau-kalau mereka teroris.

Jadi, keputus asaan untuk mendeteksi motif terorisme yang mungkin ada pada orang-orang yang akan menjadi pelaku terorisme membuat deteksi dialihkan pada simbol dan atribut yang identik dengan pelaku terorisme. Padahal, kalau kita lihat foto-foto pelaku Bom Mariot 2 yang sering dipublish di teve, kebayakan dari mereka justru tidak berjanggut, dan kemungkinan tidak berjubah. Hanya Noordin M. Top yang berjanggut. Tapi ia tidak berjubah. Saifudin yang buron, berjubah (gamis), bersorban tapi tidak berjanggut.
Read more…

Categories: politik

Andai Minke (masih) Hidup

September 16, 2009 rezaageung 1 comment

“Didiklah rakyat dengan organisasi, dan didiklah penguasa dengan perlawanan!”

-cover belakang novel Jejak Langkah by Pram.

minkeHarusnya memang program wajib belajar bukan hanya ditujukan pada rakyat, tapi juga pada penguasa. Terutama bukan karena buta huruf, tapi karena buta nurani. Kata Dr Ir Muslimin Naution, pasal 27 s.d. 34 UUD’45 menunjukkan bahwa secara konstitusional negara ini menganut ekonomi Syariah. Tapi, jauh panggang dari api. Kwik Kian Gee sampai menulis buku berjudul “Indonesia Menggugat Jilid II”, meyerupai judul pidato Bung Karno di hadapan hakim kolonial di Bandung pada tahun 1930 tentang gugatannya atas neoliberalimenya pemimpin negara ini.

Ya, menggugat, itu perlu. Kalau kebijakan liberal pemerintah ini–dan akan tetap liberal setidaknya sampai 5 tahun ke depan–terus memiskinkan rakyat ini, membiarkan asing sampai bisa menanamkan >90% sahamnya di sini, sampai mereka bisa mengontrak lahan kita hingga 94 tahun lamanya–layaknya Hongkong yang dikontrak Inggris–bukankah ini menggerus nurani kita? Dan patut digugat? Dilawan?
Read more…

Categories: politik

There is No Al-Qaeda!

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

qaidaDunia mengalami tranformasi dari tatanan yang merekayasa tingkah laku manusia lewat perangkat yang bernama aturan, ke tatanan yang merekayasa pemikiran manusia lewat perangkat yang bernama media massa, ke tatanan yang merekayasa syahwat manusia lewat alat yang bernama iklan, dan sekarang ke tatanan yang merekayasa rasa takut manusia lewat alat yang bernama istilah terorisme dan anti-teror.

Fearness engeneering, rekayasa ketakutan, barangkali bukan frasa yang enak didengar. Tapi kurang lebih seperti itulah hari-hari belakangan ini. Anti-teror dibuat untuk menyerang teror yang sengaja dibuat! Seperti membuat laku lem tikus dengan jalan beternak tikus lalu menyebarkan tikus-tikus itu ke perkampungan!
Read more…

Categories: politik

“Sumpah Pemuda”-nya Khilafah

September 16, 2009 rezaageung 1 comment

MUN1Saya senang menganalogikan proses tegaknya Khilafah seperti proses terbentuknya Negara Indonesia. Urutannya hampir sama, dari mulai gagasan, berlanjut ke pendidikan dan pembentukan kelompok elite yang mengusung gagasan. Selanjutnya dimulailah proses penyadaran dan kampanye dan seterusnya. Kurang lebih lekuk kerangka yang sama dengan kemerdekaan Indonesia bisa dijodohkan tepat dengan lekuk kerangka algoritma penegakkan khilafah.

Tapi mengapa Indonesia? Mengapa tidak Malaysia atau Mesir atau India atau negara-negara yang terbentuk pasca PD II lainnya? Karena terdapat perbedaan historis antara kemerdekaan negara2 Arab misalnya, yang kebanyakan hasil pemecahbelahan khilafah Utsmani oleh negara2 penjajah, dengan kemerdekaan Indoensia yang didahului proses integrasi bangsa-bangsa Nusantara menjadi satu bangsa. Ada proses pembentukan identitas bangsa Indonesia yang sebelumnya tidak ada (karena yang ada adalah bangsa Jawa, Borneo, dll.)
Read more…

Categories: politik

Saatnya Para Ulama Turun Tangan!

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

ulamaSemua masalah bisa diselesaikan, tapi tidak jika kita berada dalam kondisi nircahaya alias gelap, tak ada satu pun yang nampak. Bayangkan sebuah dunia yang saking lamanya berada dalam kegelapan hingga terbiasa melakukan segala sesuatu dalam kondisi itu, betatapun hal itu akan jelas terlihat salah andai saja di bawah sinar.

Di dalam gelap, dedaunan dikira uang, maksud hati menendang bola padahal kepala, minum jus jeruk padahal darah, makan dendeng padahal ular. Generasi yang tidak pernah menyaksikan proses padamnya cahaya akan menganggap dunia yang gelap ini sebagai dunia yang sebenarnya, dan semua kebejatan menjadi lazim.

Read more…

Categories: islam

Pancasila, Negeri Hologram dan Istri Capres

September 16, 2009 rezaageung 2 komentar

garudaKalau tidak boleh bawa-bawa isu agama dalam kehidupan bernegara, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah menghapus sila pertama Pancasila. Kedua, menghapus kalimat “Atas berkat Rahmat Allah” pada Preambule UUD 1945. Dan ketiga, menghapus pasal 29 UUD 1945.

Tapi justru Pancasila dan UUD 45 yang dijadikan dalih untuk menolak masuknya isu agama. Tentang naiknya pamor capres Jusuf Kalla karena istrinya berkerudung, misalnya, SBY menanggapi dengan pernyataan bahwa sebaiknya kita jangan membawa isu SARA karena kita negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Membawa agama ke dalam politik memang haram menurut sekulerisme, karenanya kita sering mendengar, “negara kita kan negara Pancasila, bukan negara Islam” ketika tuntutan penerapan Syariah naik ke permukaan.

Lalu seakan radikalisme Islam (sebutan yang dibuat karena “mereka” tidak berani menunjuk Islam secara langsung) diposisikan vis a vis dengan Pancasila. Misalnya, kejadian setahun lalu, tepatnya 1 Juni 2008 di Monas. Kaum liberal seakan menjadi heroik karena ‘membela Pancasila’ di hari ulang tahunnya dari ancaman ‘radikalisme Islam.’
Read more…

Categories: islam

Revolusi Islam Pakistan, Selamat Datang!

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

rayah“Akankah fasilitas nuklir Pakistan dikuasai oleh kaum militan?” barangkali menjadi pertanyaan paling serius yang mencerminkan ketakutan Barat akan apa yang sedang terjadi di Pakistan di hari-hari terakhir. Taliban mulai merangsek ke pusat-pusat kota Pakistan, dan terakhir puluhan orang tewas dalam aksi pengeboman di Peshawar beberapa hari lalu.

Saya membuka lagi memori tentang tragedi Masjid Merah sekitar dua tahun yang lalu. Masjid itu benar-benar menjadi merah dengan darah kaum syuhada yang dibantai dengan bengis oleh rezim Musharaf. Para mujahid membela mati-matian kehormatan mereka, namun rezim tiarni ini terlalu keras hatinya. Hingga reaksi balik tercipta : kristalisasi azam umat untuk melawan. “Sabiluna…Jihad..! Sabiluna…Jihad…!” itulah yel-yel yang diteriakkan di Masjid Merah setelah tragedi itu, sebagai deklarasi perlawanan atas nama Kedaulatan Allah.

Read more…

Categories: politik

Runtuhnya Nasionalisme

September 16, 2009 rezaageung Tinggalkan komentar

globeSeberapa lama lagi konsep nation-state bisa bertahan? Saat ini, deru globalisasi telah menggila, membuat seluruh dunia bisa dilipat seukuran saku, menjadi apa yang disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai Dunia Yang Dilipat. Ya, kemajuan teknologi informasi mempersempit dunia menjadi sebuah global village, bahkan, ini karangan saya saja, global house. Dalam global house, Negara-negara di dunia ibarat kamar-kamar saja, yang bisa disinggahi oleh penghuni kamar tetangganya kapan saja. Bahkan kamar-kamar itu punya jendela, lewat mana kita dapat mengintip semua aktivitas si penghuni kamar.

Saya jadi teringat novel terakhir dalam Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Judulnya Rumah Kaca. Isinya bercerita tentang hebatnya aktivitas intelejen di awal abad 20 yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap semua aktivitas pergerakan. Karena sang intel bisa memantau semua kegiatan musuh politik Gubermen, lewat jaringan mata-matanya, maka Hindia (sebutan untuk Indonesia) ini bagi dia ibarat rumah kaca saja, di mana semua aktivitas penghuninya bisa ia pantau.

Read more…

Categories: islam